BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Motivasi
- Pengertian Motivasi
Motivasi
adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu
, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong
perilaku seseorang. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pasti
memiliki sesuatu faktor yang mendorong aktivitas tersebut. Oleh karena itu
faktor pendorong dari seseorang untuk melakukan suatuaktivitas tertentu pada
umumnya adalah kebutuhan serta keinginan orang tersebut (Gitosudarmo,2011).
- Motivasi dan Kepuasan
Sering
istilah kepuasan (Satisfaction) dan motivasi (Motivation) digunakan secara
bergantian. Sebenarnya ada perbedaan antara keduanya. Kepuasan atau
ketidakpuasan seseorang dengan pekerjaan merupakan keadaan yang sifatnya
subyektif, yang merupakan hasil kesimpulan yang didasarkan pada suatu
perbandingan mengenai apa yang secara nyata diterima oleh pegawai dari
pekejaannya dibandingkan dengan apa yang diharapkan, diinginkan, dan
dipikirkannya sebagai hal yang pantas, atau berhak baginya. Sementara setiap
pegawai secara subyektif menentukan bagaimana pekerjaan itu memuaskan. Kepuasan
kerja dipengaruhi oleh suatu keadaan sosial (social frame of reference).
Kepuasan
kerja biasanya diketahui berdasarkan hasil penyelidikan terhadap pegawai.
Seseorang bisa bertanya, “Secara keseluruhan, apakah anda puas dengan pekerjaan
anda?” jawaban dari pertanyaan ini dapat bermacam-macam, mulai dari “yang
sangat memuaskan” hingga “yang sangat tidak memuaskan” tetapi ertanyaan yang
sifatnya seperti ini lebih banyak gagal dalam memberikan informasi yang
sifatnya diagnostik. Jawaban atas pertayaan seperti itu tidak menunjukkan
sumber kepuasan atau ketidskpuasan. Kepuasn merupakan suatu konsep yang
multifacet (banyak dimensi). Suatu kesimpulan menyeluruh tentang kepuasan hanya akan menyembunyikan
pertimbangan subyektif dari pegawai mengenai kepuasannya sehubungan dengan
gaji, keselamatan kerja, supervisi, relasi-relasi antar perorangan dalam kerja,
peluang-peluang di masa yang akan datang, dan pekerjaan itu sendiri.
- Definisi Motivasi menurut beberapa ahli
Motivasi mempersoalkan bagaimana
cara mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan
memberikan semua kemampuan dan keterampilan untuk mewujudkan tujuan perusahaan
(Hasibun, 1999). Motif sering kali disamakan dengan dorongan. Dorongan atau
tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat, sehingga motif
tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk
bertingkah laku dan perbuatan itu mempunyai tujuan tertentu. Pendapat tersebut
didukung oleh Jones (1997) mengatakan motifasi mempunyai kaitan dengan suatu
proses yang membangun dan memelihara perilaku ke arah satu tujuan.
Hasibuan (1999), mengemukakan bahwa
motif adalah suatu perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan bekerja
seseorang karena setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Sedangkan, Siagian (1995) mengatakan bahwa, motif adalah keadaan kejiwaan yang
mendorong, mengaktifkan, atau menggerakkan dan motif itulah yang mengarahkan
dan menyalurkan perilaku, sikap, dan tindak tanduk seseorang yang selalu
dikaitkan dengan pencapaian tujuan, baik yujuan organisasi maupun tujuan
pribadi masing-masing anggota organisasi.
Wexley and Yukl (dalam as’ad,2001)
memberikan batasan mengenai motivasi sebagai the process by which behavior is
energized and directed. Pengertia motivasi seperti dikemukakan oleh Wexley and
Yukl (1977) adalah pemberian atau penimbulan motif atau dapat pula diartikan
sebagai hal atau keadaan menjadi motif. Jadi, motivasi adalah sesuatu yang
menimbulkan semangat atau dorongan kerja.
Hamalik (1993) mengatakan ada dua
prinsip yang dapat digunakan untuk meninjau yaitu:
- Motivasi dipandang sebagai suatu proses
- Menentukan karakter dari proses ini
0 comments:
Post a Comment