Macam-Macam beras organik

Peluang Usaha Beras Organik
 
 Hasil gambar untuk PERTANIAN


1.    Definisi Beras Organik
Beras organik merupakan beras yang dihasilkan melalui proses-proses organik yang ditanam dan disemai di
tanah yang ramah lingkungan, 100% tidak menggunakan pestisida kimia dari awal penanaman sampai pada
proses pengolahan menjadi beras yang siap dikomsumsi. Penanamannya menggunakan kompos dan pupuk
hijauan, maupun Pupuk Bio Hayati/Agen Hayati serta pemberantasan hama menggunakan pestisida alami
yang dihasilkan dari pupuk organik yang difermentasikan secara alami. Proses organik itu sendiri akan dapat
memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Beras organik bebas dari unsur pestisida kimia yang oleh karenanya sangat baik untuk dikomsumsi
sehari-hari. Dengan kadar gula yang rendah, beras organik dapat dikomsumsi oleh penderita penyakit
kencing manis ( diabetes ), penderita autis, serta dapat dikomsumsi oleh mereka yang tengah menjalani
program diet.Rasa khas beras organik yang membedakannya dengan beras non organik adalah rasa lebih
pulen dan tidak mudah basi. Nasi yang diolah dari beras organik dapat bertahan selama dua hari tanpa perlu
menyimpannya di dalam lemari pendingin.

Beras organik ada beberapa macam warna, yakni hitam, merah, cokelat dan putih.tak heran jika masyarakat
sering menyebutnya dengan beras herbal.Aroma dan rasa beras organik Indonesia bila sudah dimasak sangat
berbeda dibanding dengan beras organik yang berasala dari India, Thailand atau negara lainnya. Beras
organik dari Indonesia memiliki keunggulan dan kelabihan yakni rasa yang lebih enak karena struktur
tanahnya. Aromanya harum dan tahan lama.

 Keunggulan Beras Organik dan Beras Non Organik adalah memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang
tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik
dikomsumsi bagi penderita diabetes dan baik untuk yang sedang melaksanakan program diet, mencegah
kanker, jantung, asam urat, darah tinggi, dan vertigo. Mungkin belum banyak yang mengetahui kalau Beras
Merah Organik tersedia dengan tidak hanya warna putih tapi bermacam warna. Jenis manfaat beras organik
bisa dikelompokkan berdasarkan warnanya.
2.     Kelebihan Beras Organik dari Beras Non Organik
 Keunggulan Beras Organik dari Beras Non Organik adalah memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi,
kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi
penderita diabetes dan baik untuk program diet, mencegah kanker, jantung, asam urat, darah tinggi, dan
vertigo.
Komposisi Beras Sehat Organik dari Haasil Uji Lab.
Karbohidrat
79,10 %
Lemak
1,88 %
Serat Kasar
0,03 %
Kadar Abu
1,21 %
Kadar Air
12,51 %
Kalori
354,40/100g
Protein
5,27%

3.    Manfaat Beras Organik Berdasarkan Warnanya




a.   Manfaat Beras Organik Warna Putih

Merupakan jenis beras yang paling banyak dikomsumsi. Beras Organik warna putih jika dibandingkan dengan beras putih Non-Organik sangatlah jauh berbeda, karena rasanya lebih pulen dan lebih wangi. Juga tidak mengandung pestisida kimia sehingga sangat aman untuk dikomsumsi. Beras Organik warna  putih masih memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang tinggi.




a.   Manfaat Beras Organik Warna Hitam

Hasil gambar untuk beras hitamDari sisi khasiat gizi ternyata pigmen beras yang  berwarna hitam mepunyai khasiat paling baik dibandingkan dengan beras organik warna lainnya, mengapa demikian? Karena Beras Organik warna hitam sangat berbeda dibanding ketan hitam, baik rasa, aroma maupun penampilannya. Sangat spesifik dan unik. Bila sudah dimasak beras organik warna hitam warnanya benar-benar hitam pekat. Rasanya enak dan aromanya menimbulkan selera makan dan sangat menggugah.
Beras Organik warna hitam memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan  kita, diantaranya:

1.      Meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit.

  1. Menurunkan kadar gula darah ( sangatlah baik bagi penderita diabetes ).
  2. Memperbaiki kerusakan sel hati ( hepatitis dan chirrosis )
  3. Mencegah gangguan fungsi ginjal.
  4. Memperlambat penuaan ( Antiaging )
  5. Mencegah Anemia
  6. Mencegah Kanker
  7. Antioksidan
  8. Menurunkan tekanan darah ( orang yang mempunyai tekanan darah rendah sebaiknya sebaiknya menggunakan beras ini dengan dicampur dengan beras merah, perbandingan 1 : 1 )
  9. Membersihkan kolesterol dalam darah ( baik untuk diet ).



a.   Manfaat Beras Organik Warna Merah

Hasil gambar untuk beras merah
Salah satu cara memasak beras merah yang diketahui adalah dengan teknik Gamma Aminobtyric Acid ( GABA ) atau Germinated Brown Rice ( GBR ) yang dapat meningkatkan hormon pertumbuhan pada manusia.



Sedangkan manfaatnya adalah sebagai berikut:
1.                    Baik untuk program diet.
2.                    Mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan.
3.                    Dapat mencegah sembelit ( konstipasi )
4.                    Menurunkan kolesterol darah.
5.                    Meningkatkan perkembangan otak.
6.                    Menyehatkan jantung dan pembuluh darah
7.                    Mencegah penyakit keganasan dan penyakit degeneratif.
8.                    Memiliki kandungan Vitamin B 1 dan Mineral lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih.
9.                    Mengandung lebih banyak magnesium yang sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung.
10.      Kaya akan fiber asam lemak.kandungan fibernya yang tinggi mampu mencegah sembelit, sehinggamemperlancar proses pengeluaran kotoran ( defekasi ). Kandungan fiber juga membuat anda lebih kenyang dan tidak cepat lapar.
11.                Kaya akan asam amino.



a.   Manfaat Beras Oganik Warna Cokelat
Hasil gambar untuk beras coklat 
Warnanya memang cokelat, aroma dan rasanya sangat khas, mirip ketan. Beras organik warna cokelat
adalah beras yang tidak digiling atau setengah digiling, jadi bisa dikatakan mempunyai rasa sedikit seperti
kacang dan lebih kenyal daripada beras putih. Meskipun lebih cepat basi, tetapi beras organik warna
cokelat lebih bernutrisi. 
Perbedaan beras organik warna cokelat dan beras putih sebenarnya tidak terlalu jauh. Perbedaan
keduanya terletak pada pemrosesan dan kandungan nutrisinya. Jika lapisan terluar atau kulit ari atau
sekam dari biji padi dikupas maka hasilnya adalah beras organik berwarna cokelat. Namun jika lapisan
dalam atau kulit padi juga dikupas, maka hasilnya adalah beras putih biasa. Beberapa jenis Vitamin dan
mineral akan hilang dalam proses penggilingan  butir padi.
Akibatnya, beberapa nutrisi yang hilang seprti Vitamin B1,B3, dan zat besi seringkali ditambahkan
kembali pada beras putih sehingga berlabel “ diperkaya “ ( enriched ). Sementara pada beras organik
warna cokelat, satu jenis mineral yang tidak perlu ditambahkan adalah Magnesium.

1.    Cara Menanam Beras Organik ada 2 metode : 
a.    Budidaya padi organik dengan metode System of Rice Intensification (SRI)
Metode ini merupakan suatu inovasi dalam teknik budidaya padi. Di beberapa tempat, SRI dilaporkan
telah berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat. SRI pertama kali dikembangkan di
Madagaskar oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, seorang Pastor Jesuit asal Prancis. Dia mempublikasikan
metode temuannya pada tahun 1983. Oleh penemunya, metodologi ini disebut Ie Systme de Riziculture
Intensive (bahasa Perancis). Dalam bahasa Inggris populer dengan nama System of Rice Intensification
disingkat SRI.
Pada tahun 1994 sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Tefy Saina dan Cornel International
Institute for Food and Agriculture Development (CIIFAD) mulai bekerjasama dalam pengembangan
SRI. Dengan bantuan CIIFAD, metode SRI menyebar ke negara lain. Nanjing Agricultural University
di Cina dan Agency for Agriculture Research and Development (AARD ) melakukan percobaan
pertama di luar Madagaskar pada tahun 1999.
Beberapa praktek di berbagai negara menemukan bahwa metode SRI berhasil menekan serendah
mungkin input produksi.  Hal ini sejalan dengan upaya para aktivis pertanian organik untuk mengolah
tanah secara berkelanjutan. Hasilnya, ditemukan hubungan konservasi air pada sistem budidaya padi SRI
dengan upaya konservasi tanah yang dianut pada budidaya padi organik. Saat ini, banyak para petani
organik yang menerapkan budidaya padi dengan metode SRI.
Pola pertanian padi SRI organik merupakan perpaduan antara metode budidaya padi SRI yang pertamakali dikembangkan di Madagaskar, dengan metode budidaya padi organik dalam praktek pertanian organik. Metode ini akan meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman. Dengan sistem SRI organik daur ekologis akan berlangsung dengan baik karena memanfaatkan mikroorganisme tanah secara natural. Pada gilirannya keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan akan sellalu terjaga. Di sisi lain, produk yang dihasilkan dari metode ini lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.
Melalui sistem ini kesuburan tanah dikembalikan sehingga daur-daur ekologis dapat kembali berlangsung dengan baik dengan memanfaatkan mikroorganisme tanah sebagai penyedia produk metabolit untuk nutrisi tanaman. Melalui metode ini diharapkan kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga dengan baik, demikian juga dengan produk akhir yang dihasilkan, yang notabene lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.
Pemilihan metode budidaya padi organik secara SRI bisa menghasilkan produk akhir berupa beras organik yang memiliki kualitas tinggi sebagai beras sehat, dilihat dari beberapa aspek berikut:
·                     Aspek lingkungan, dengan menghilangkan penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dan manajemen penggunaan air yang terukur secara tidak langsung telah membantu mengkonservasi lingkungan.
·                     Aspek kesehatan, bagi konsumen produk yang dihasilkan akan lebih sehat dan menyehatkan, karena tidak terkandung residu zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dalam tubuh manusia.
·                     Produktivitas tinggi, bagi produsen atau petani, penerapan metode ini bisa meningkatkan hasil panen yang pada giliranya menghasilkan keuntungan maksimal.
·               Kualitas yang tinggi, produk  yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan produk konvensional, sehingga harganya pun tentunya akan lebih baik.

Prinsip budidaya padi organik SRI

·                    Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai ketika bibit masih berdaun 2 helai
·                    Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi
·                   Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati agar akar tidak putus
·                    Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal
·            Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus)
·                    Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan
·                    Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
·                    Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik

Keunggulan budidaya padi organik SRI

·                     Tanaman hemat air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode pengeringan sampai tanah retak (irigasi terputus)
·                     Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg per hektar. Tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang, dll.
·                     Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 – 12 hari setelah semai, dan waktu panen akan lebih awal
·                     Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton per hektar
·                     Ramah lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia dan digantikan dengan mempergunakan pupuk organik (kompos, kandang dan mikro-oragisme lokal), begitu juga penggunaan pestisida.

Tabel 1. Perbanding metode SRI organik dengan sistem konvensional
No
Komponen
Sistem Konvensional
Sistem SRI organic
1
Kebutuhan benih
30-40 Kg/Ha
5-7 Kg/Ha
2
Pengujian Benih
Tidak dilakukan
Dilakukan pengujian
3
Umur persemaian
20-30 HSS
7-10 HSS
4
Pengolaham tanah
2-3 kali (stuktur lumpur)
3 kali (struktur lumpur & rata)
5
Jumlah Tanaman/lubang
Rata-rata 5 pohon
1 pohon/lubang
6
Posisi akar waktu tanam
Tidak teratur
Pasisi akar horizontal (L)
7
Pengairan
Terus digenangi
Tidak digenangi hanya lembab , Disesuaikan
8
Pemupukan
Mengutamakan pupuk kimia
kebutuhan hanya dengan pupuk organic
9
Penyiangan
Diarahkan pada pemberantasan gulma
Diarahkan pada pengelolaan perakaran
10
Rendemen
50-60%
60-70%

 

Langkah-langkah budidaya padi organik dengan metode SRI

Padi terdapat dua jenis, padi sawah dan padi gogo, bedanya terletak pada ada atau tidak adanya air. Pada saat ini kita akan membahas tentang budidaya padi sawah. Padi dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 meter dari permukaan laut dengan temperatur 19-27 derajat celcius, memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 – 7. Sebelum memulai budidaya padi organik, langkah yang paling awal adalah menyiapkan benih yang baik. Seperti apa cara menyeleksi benih padi organik yang baik, silakah lihat di video berikut:

Tahap 1. Penyemaian

Hal pertama yang dilakukan dalam budidaya padi organik adalah menyemai benih. Kegiatan pertama adalah melakukan seleksi benih. Pemilihan benih ini dimaksudkan supaya kita menanam benih yang benar-benar baik. Benih padi yang digunakan untuk luasasn 200 meter persegi adalah sebanyak setengah kilogram.Untuk mengecek baik tidaknya benih bisa dilakukan dengan menguji benih dalam air, benih yang baik adalah benih yang tenggelam, sementara itu benih yang mengapung adalah benih yang kurang baik, biasanya benih yang mengapung adalah benih yang kopong ataupun benih yang telah tumbuh.
Untuk memastikan benih yang tenggelam tersebut benar benar baik, maka uji kembali benih tersebut dengan memasukannya kedalam air yang sudah diberi garam. Larutan air garam yang cukup untuk menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan terapung. Benih yang baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut. Benih  yang telah diuji lalu direndam dalam air biasa selama 24 jam kemudian ditiriskan dan diperam 2-3 hari ditempat yang lembab hingga keluar calon tunas dan  kemudian disemaikan pada media tanah dan kemudian pupuk kompos sekitar sebanyak 10 kg.  Setelah umur semai 7-12 hari benih padi sudah siap ditanam. Berikut video cara penyemaian benih padi dengan metode SRI:

Tahap 2. Pengolahan lahan

Pengolahan lahan untuk penanaman padi sawah dilakukan dengan cara dibajak dan dicangkul. Biasanya dilakukan minimal 2 kali pembajakan yangkni pembajakan kasar dan pembajakan halus yang diikuti dengan pencangkulan: Total pengolahan lahan ini bisa mencapai 2-3 hari. Setelh selasai, aliri dan rendam dengan air lahan sawah  tersebut selama 1 hari. Pastikan keesokan harinya benih yang telah disemai sudah siap ditanam, yakni sudah mencapai umur 7-12 harian, perlu diingat, usahakan bibit yang disemai tidak melebihi umur 12 hari mengingat jika terlalu tua maka tanaman akan sulit beradaptasi dan tumbuh ditempat baru (sawah) karena akarnya sudah terlalu besar.  Silakan lihat video cara mengolah tanah dengan metode SRI:

Tahap 4. Penanaman

Sebelum ditanam, lakukan pencaplakan (pembuatan jarak tanam), jarak tanam yang baik adalah jarak tanam sesuai dengan metode SRI yakni tidak terlalu rapat, biasanya 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Lakukan penanaman dengan memasukkan satu bibit pada satu lubang tanam. Penanaman jangan terlalau dalam supaya akar bias leluasa bergerak.

Tahap 5. Perawatan

Pada penanaman budidaya padi organik dengan metode SRI yang paling penting adalah menjaga aliran air supaya sawah tidak tergenang terus menerus namun lebih pada pengaliran air saja. Untuk itu, setiap hari petani biasanya melakukan control dan menutup serta membuka pintu air secara teratur.  Berikut panduan pengairan SRI:
·                 Penanaman dangkal, tanpa digenangi air, mecek-mecek, sampai anakan sekitar 10-14 hari
·            Setelah itu, isi air untuk menghambat pertumbuhan rumput dan untuk pemenuhan kebutuhan air dan melumpurkan tanah, digenangi sampai tanah tidak tersinari matahari, stelah itu dilairi air saja.
·               Sekitar seminggu jika tidak ada pertumbuhan yang signifikan dilakukan pemupukan, ketika pemupukan dikeringkan dan galengan ditutup
·                Ketika mulai berbunga, umur 2 bulan, harus digenangi lagi, dan ketika akan panen dikeringkan
Pemupukan biasanya dilakukan pada 20 hari setelah tebar, pupuk yang digunakan adalah kompos sekitar 175-200 kg. Ketika dilakukan pemupukan sawah dikeringkan dan pintu air ditutup. Setelah 27 hari setelah tebar, aliri sawah secara bergilir antara kering dan basah.
Beberapa hama yang sering menyerang tanaman padi diantaranya burung, walang sangit, wereng dan penyakit ganjuran atau daun menguning.
Cara penanganannya bisanya dengan cara manual, membuat orang-orangan sawah untuk hama burung, penyemprotan dengan pestisida hayati seperti nanas, bawang putih dan kipait atau gadung, serta untuk penyakit biasanya dengan cara mencabut dan membakar tanaamn yang sudah terkena penyakit daun menguning. Untuk pencegahan harus dilakukan penanaman secara serentak supaya hama dan penyakit tidak datang, penggunaan bibit yang sehat, pengaturan air yang baik, dan dengan melakukan sistem budidaya tanaman sehat yang cukup nutrisi dan vitamin sehingga kekebalannya tinggi.
Hama lain yang sering menyerang adalah  hama putih,  thrips, wereng, walang sangit, kepik hijau,  penggerek batang padi, tikus , dan burung. Sementara itu penyakitnya adalah penyakit bercak daun coklat, penyakit blast, Busuk pelepah daun, fusarium, penyakit kresek atau hawar daun dan penyakit tungro.

Tahap 6. Panen

Padi mulai berbunga pada umur 2-3 bulan bulan dan bisa dipanen rata-rata pada umur sekitar 3,5 sampai 6 bulan bulan, tergantung jenis dan varietasnya. Pada luasan lahan 200 meter persegi, untuk padi yang berumur pendek (3,5 bulan) biasanya diperoleh 2 kwintal gabah basah, setara dengan 1, 5 kuintal gabah kering atau 90 kg beras.  Setelah dipanen, padi bisa dijual langsung, atau juga dijemur dulu sekitar 1-2 hari baru kemudian dijual, atau setelah dijemur digiling baru dijual berupa beras ataupun untuk dikonsumsi sebagiannya.







 

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment